Bioteknologi Budidaya Perikanan
Bioteknologi Perikanan adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam dunia budidaya perairan.sangat banyak bidangnya dalam dunia budidaya perairan.slah satunya adalah rekayasa genetik ikan,pembuatan enzim dalam pakan,bioflok dan masih banyak jenisnya.Bidang ini mencakup penerapan metode-metode
matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah
biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta
informasi yang berkaitan dengannya. Bioinformatika muncul atas desakan
kebutuhan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa data-data biologis dari
database DNA, RNA maupun protein. Keberadaan database adalah syarat utama dalam
analisa Bioinformatika. Dalam dunia perikanan
budidaya, bioinformatika sangat penting digunakan.
 |
| vibrio .sp |
Berdasarkan jurnal yang
didapat dengan judul “ Skrining Bakteri Vibrio sp. Asli Indonesia
sebagai Penyebab Penyakit Udang Berbasis Tehnik 16s Ribosomal DNA”.
Penyakit udang merupakan salah satu faktor penghambat dalam peningkatan
produksi udang. Salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Vibrio sp. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian yang tinggi dan dianggap
sebagai penyebab kematian massal dalam budidaya udang.
 |
| Gagal panen |
Budidaya
udang memberikan kontribusi yang besar bagi produksi sektor perikanan
Indonesia. Berbagai kegagalan panen yang terjadi pada tambak udang di Indonesia
menjadi fenomena yang sangat merugikan petani tambak. Kegagalan panen biasanya
disebabkan serangan bakteri Vibrio yang mengakibatkan kematian udang dalam
waktu yang cepat dan dalam jumlah yang besar. Genus Vibrio merupakan
patogen oportunistik, yaitu organisme yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan
pemeliharaan lalu berkembang dari sifat yang saprofit menjadi patogenik karena
kondisi lingkungan memungkinkan.
 |
| Bakteri didalam media |
Pengamatan yang
dilakukan secara langsung seperti pengamatan bentuk sel, warna koloni, ukuran
koloni dan tipe koloni, Pewarnaan Gram, Pertumbuhan pada Medium TSI Agar, Uji
Katalase, uji Oksidase, Uji Metil Red, Isolasi DNA Vibrio, Reaksi
Polimerisasi Berantai, Elektroforesis dan Pengamatan Hasil PCR, Purifikasi Gel
Elektroforesis, Sekuensing dan Analisis BLAST, Analisis BLAST dilakukan dengan
mengedit urutan DNA hasil sekuensing dengan menterjemahkan N menjadi basa.
sesuai elektroferogram. Urutan DNA dicopy ke program Notepad. Data yang
diperoleh dari hasil sekuensing dianalisis menggunakan teknik BLAST, paket
program Clustal X, Genedoc, Treeview dan Bioedit. Kemudian hasil analisis
disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan gambar.
Sumber
http://www.itk.fpik.ipb.ac.id/ej_itkt32/jurnal/07%20Skrining%20Bakteri.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar