tupai terbang vlog

pengunjung

Selasa, 22 November 2016

Bioteknologi Perikanan



Bioteknologi Budidaya Perikanan





Bioteknologi Perikanan  adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan  makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam dunia budidaya perairan.sangat banyak bidangnya dalam dunia budidaya perairan.slah satunya adalah rekayasa genetik ikan,pembuatan enzim dalam pakan,bioflok dan masih banyak jenisnya.Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Bioinformatika muncul atas desakan kebutuhan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa data-data biologis dari database DNA, RNA maupun protein. Keberadaan database adalah syarat utama dalam analisa Bioinformatika. Dalam dunia perikanan budidaya, bioinformatika sangat penting digunakan. 


vibrio .sp
Berdasarkan jurnal yang didapat dengan judul “ Skrining Bakteri Vibrio sp. Asli Indonesia sebagai Penyebab Penyakit Udang Berbasis Tehnik 16s Ribosomal DNA”. Penyakit udang merupakan salah satu faktor penghambat dalam peningkatan produksi udang. Salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian yang tinggi dan dianggap sebagai penyebab kematian massal dalam budidaya udang.
       

Gagal panen
Budidaya udang memberikan kontribusi yang besar bagi produksi sektor perikanan Indonesia. Berbagai kegagalan panen yang terjadi pada tambak udang di Indonesia menjadi fenomena yang sangat merugikan petani tambak. Kegagalan panen biasanya disebabkan serangan bakteri Vibrio yang mengakibatkan kematian udang dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang besar. Genus Vibrio merupakan patogen oportunistik, yaitu organisme yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan pemeliharaan lalu berkembang dari sifat yang saprofit menjadi patogenik karena kondisi lingkungan memungkinkan.




Bakteri didalam media
Pengamatan yang dilakukan secara langsung seperti pengamatan bentuk sel, warna koloni, ukuran koloni dan tipe koloni, Pewarnaan Gram, Pertumbuhan pada Medium TSI Agar, Uji Katalase, uji Oksidase, Uji Metil Red, Isolasi DNA Vibrio, Reaksi Polimerisasi Berantai, Elektroforesis dan Pengamatan Hasil PCR, Purifikasi Gel Elektroforesis, Sekuensing dan Analisis BLAST, Analisis BLAST dilakukan dengan mengedit urutan DNA hasil sekuensing dengan menterjemahkan N menjadi basa. sesuai elektroferogram. Urutan DNA dicopy ke program Notepad. Data yang diperoleh dari hasil sekuensing dianalisis menggunakan teknik BLAST, paket program Clustal X, Genedoc, Treeview dan Bioedit. Kemudian hasil analisis disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan gambar. 



Sumber

http://www.itk.fpik.ipb.ac.id/ej_itkt32/jurnal/07%20Skrining%20Bakteri.pdf

Untuk selengkapnya bisa download di bawah ini
Download Disini



Tidak ada komentar:

Posting Komentar