tupai terbang vlog

pengunjung

Selasa, 06 Desember 2016

Review Jurnal PENERAPAN METODE PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK NALISA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN (Studi Kasus: Wilayah Kali Surabaya)




Review Jurnal
PENERAPAN METODE PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK NALISA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN (Studi Kasus: Wilayah Kali Surabaya)
Bangun Muljo Sukojo dan Diah Susilowati


     Analisis Dampak Perubahan Penggunaan lahan terhadap Tingkat Pencemaran di Wilayah Kali Surabaya merupakan salah satu langkah untuk mengetahui seberapa jauh dampak yang ditimbulkan oleh perubahan penggunaan lahan disekitar Kali Surabaya terhadap tingkatpencemaran yang terjadi. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda  Inderaja (Penginderaan Jauh)  dan model monitoring kualitas air melalui SIG (Sistem Informasi Geografis)  untuk mengevaluasi dan memonitor penataan dan pengelolaan lingkungan, khususnya Kali Surabaya. Hasil  analisis  tersebut diharapkan dapat digunakan dalampengendalian pemanfaatan lahan di wilayah Kali Surabaya.  SIG merupakan suatu alat, metode, dan prosedur yang mempermudah dan mempercepat usaha untuk menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi. Keywords yang menjadi titik tolak perhatian SIG adalah lokasi geografis dan analisis spasial yang secara bersama-sama merupakan dasar penting dalam suatu sistem informasi keruangan.
          Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang secara fisik tidak melakukan kontak dengan objek tersebut saat dilakukan pengukuran atau akuisisi. Data dari objek atau fenomena tersebut diperoleh dari sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.
 Pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air wilayah Kali Surabaya diasumsikan terjadi karena  penurunan kualitas air sungai yang meliputi parameter kunci BOD, COD, TSS.Data kualitas air Kali Surabaya diperoleh berdasarkan hasil pemantauan kualitas air pada 9 titik pantau secara kontinu. Pengambilan data kualitas air dilakukan setiap bulan baik musim kemarau maupun musim hujan. Pengaruh perubahan lahan diasumsikan terjadi sesuai dengan pembagian segmen berdasarkan arah konturnya.                                                       





          






Penurunan kualitas air seperti jumlah CO, DO, dan padatan tersuspensi ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan yang bergerak dalam sektor perikanan. Dari pengambilan sampel air dari sembilan titik menunjukan peningkatan jumlah cemaran yang mendominasi perairan dari tahun-ketahun.  Hal ini sangat berpengaruh terhadap usaha perikanan yang memanfaatkan air yang berasal dari kali surabaya, hal ini dapat menyebabkan kematian kematian pada kultivan yang kita budidaya akibat tingginya bahan pencemar yang terkandung dalam perairan.                
Konsep penyusunan model hubungan antara dampak perubahan penggunaan lahan terhadap tingkat pencemaran diwilayah Kali Surabaya, dilakukan berdasarkan analisis terhadap perubahan penggunaan lahan dan tingkat pencemaran yang terjadi pada titik-titik pantau masing-masing segmen. Pada tahap awal dilakukan pemrosesan Citra Landsat TM (Thematic Mapper) tahun 1997 dengan proses pengolahan data citra menggunakan software DIMPLE yang diinterpretasikan menjadi peta penggunaan lahan tahun 1997. Sedangkan peta penggunaan lahan (landuse)tahun 1990 diperoleh dengan cara digitasi terhadap peta penggunaan lahan skala 1:50.000. Pengolahan database SIG, pengolahan analisis spasial dan statistik dengan menggunakan software Arcview Spasial Analysis versi 1.0 untuk membuat model perubahan penggunaan lahan terhadap tingkat pencemaran yang dianalisis dari nilai kandungan BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) pada tiap titik pantau dalam suatu segmen (area) Kali Surabaya.
Tahap pembuatan database SIG dilakukan melalui tahap-tahap berikut: (a) pengelolaan data sekunder yang berasal dari peta penggunaan lahan tahun  1990, peta topografi, dan data lapangan mengenai kondisi kualitas air di Kali Surabaya serta penentuan lokasi titik pantau; (b) digitalisasi peta penggunaan lahan (landuse) berikut penyesuaian sistem proyeksinya dari koordinat meja ke koordinat  UTM (Universal  Transverse  Mercator), penyuntingan  peta dan  memasukkan  data  atribut;  (c)  tumpang susun (overlay) peta penggunaan lahan tahun 1997  dengan  peta  penggunaan  lahan  tahun 1990. Kemudian dengan memanfaatkan fasilitas sofware yang ada  dilakukan  analisis  dan  penyusunan  data  atribut, sehingga diperoleh format data perubahan penggunaan lahan dalam SIG.
         

                          







Berdasarkan data perubahan kualitas air tersebut diperoleh hasil kecenderungan meningkatnya nilai parameter BOD, COD dan TSS yang hampir merata pada tiap segmen, dengan kenaikan BOD, COD  dan TSS rata-rata 50-70 %. Selanjutnya dilakukan pembuatan modelSistem Informasi Geografis, yang memadukan overlay data perubahan penggunaan lahan hasil data citra terklasifikasi dan peta penggunaan lahan. Kemudian dibuat coveragedengan menggunakan Software ArcView Spasial Analysis dan ditambahkan atribut khusus untuk tingkat pencemaran (BOD, COD, TSS) pada titik pantau masing-masing segmen. Proses pembuatan basis data tersebut setiap saat dapat diakses sesuai keperluan. Adapun tahapan pembuatan model SIG dalam penelitian perubahan penggunan lahan, sebagai berikut:
1.                  Proses digitasi peta penggunaan lahan hasil citra terklasifikasi  skala 1:50.000  untuk wilayah  KaliSurabaya, dengan menggunakan digitizer yang kemudian dilakukan transformasi dari  raster ke vektor dengan hasil coverage penggunaan lahan;
2.                  Overlay geometrik antara layer lahan dan sungai,lokasi industri dan titik-titik pantau dengan input data skala  1 : 50.000 dan hasil overlay skala  1 : 250.000;
3.                  Pembuatan  Sistem Informasi Geografiss (SIG) dilakukan dengan menambahkan basis data BOD, COD, TSS dan data-data atribut  seperti jenis industri, kode titik pantau dan jenis parameter.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar